Kamu harus TAHU, Mengapa Sekolah Bermain Diperlukan untuk Anak-Anak ?

Monday, 23 April 2018

Haris Sima Guru PNS MIN Tanjungbalai - Tidak semua orang tua puas dengan ide mengirim anak kecil mereka untuk bermain sekolah, tetapi ini bisa menjadi langkah pengembangan! Sangat penting untuk mengirim anak-anak Anda bermain sekolah karena ada beberapa kegiatan yang akan mereka lakukan sepanjang waktu. Selain ini, berikut adalah beberapa alasan kami menganggap sekolah pra adalah suatu keharusan bagi anak-anak Anda.
Kamu harus TAHU, Mengapa Sekolah Bermain Diperlukan untuk Anak-Anak ?
1) Belajar - Anda tidak dapat memberikan anak Anda semua perhatian dan duduk untuk membuat mereka belajar hal-hal baru. Jika Anda adalah orang tua yang bekerja atau cukup sibuk dengan kegiatan rumah tangga, Anda mungkin kehilangan banyak keterampilan pengembangan. Melalui sekolah bermain, mereka akan mengenali hal-hal kecil dan juga menyesuaikan dengan rutinitas seluruh sekolah.

2) Sosialisasi - Taman Kanak-kanak adalah cara terbaik bagi anak-anak untuk berteman dan mengambil kebiasaan yang baik juga. Mereka akan bersosialisasi dengan anak-anak lain, dan akhirnya, memiliki sedikit kegelisahan di sekitar wajah-wajah baru. Beberapa anak yang tidak suka berada di sekitar orang yang tidak dikenal bisa mendapatkan banyak manfaat di sekolah bermain.
baca juga : Kid Zaman Now, di Hukum malah Ngakak
3) Permainan gratis - Anak-anak tidak dipaksa untuk melakukan aktivitas tertentu dan diberi banyak mainan yang menyenangkan dan mendidik. Mereka akan bermain dengan anak-anak dari kelompok usia mereka, mencoba permainan baru dan memiliki waktu yang menyenangkan daripada hanya berada di rumah. Mereka tidak hanya bisa bermain, tetapi mereka memiliki waktu khusus untuk beristirahat atau tidur dan makan juga. Ini membawa pada mereka rutinitas yang tepat, yang akan mempersiapkan mereka untuk sekolah, uang sekolah dan banyak lagi.

4) kecemasan Pemisahan - Orang tua dan anak-anak keduanya melewati fase ini. Adalah keharusan untuk mendapatkan anak Anda lebih dari kecemasan perpisahan dan sebagai orang tua; Anda juga harus merasa nyaman dengan meninggalkan anak Anda dengan orang lain. Dengan kebiasaan bermain sekolah dan kebiasaan, mereka akhirnya akan terbiasa dengan pemisahan selama beberapa jam yang akan membuat sekolah mudah bagi mereka. Ada beberapa kasus anak-anak menghindari sekolah atau menangis saat hari pertama mereka di sekolah.

5) Orang tua bersosialisasi - Bersama dengan anak-anak, orang tua juga mendapat kesempatan untuk bertemu orang tua lainnya. Anda mungkin akan memiliki rasa suka bersama untuk orang tua teman baik anak Anda di kelas. Ini berarti lebih banyak waktu bermain dan meningkatkan tingkat kenyamanan anak Anda dengan orang lain.

6) Kosakata - Pre School maju hari ini, dan mereka memiliki guru khusus untuk mendidik anak-anak dengan beberapa kata mudah. Mereka akan berpengalaman dalam bahasa Inggris dan memiliki kosakata yang cukup baik sebelum mereka siap untuk sekolah. Ini juga meningkatkan dialek anak Anda serta pemahaman mereka tentang kata-kata baru.

7) Perilaku - Disiplin dalam bermain sekolah, jadwal dan mengambil kebiasaan baik dari anak-anak lain akan membentuk perilaku mereka dengan cara yang positif. Tidak ada orang tua yang duduk di depan anak-anak mereka setiap hari untuk memberi mereka pelajaran tentang tingkah laku, itulah mengapa yang terbaik adalah menempatkan mereka di sekolah bermain.

Konsep sekolah bermain telah ada sejak lama, dan itu adalah cara yang brilian untuk pengembangan keseluruhan anak-anak Anda.

Yuk Simak Apa saja Tugas dan Fungsi Guru menurut Undang-Undang

Haris Sima - Guru sebagai sebuah profesi tenaga kependidikan memiliki hak dan kewajiban yang menyangkut dunia pendidikan yang digeluti. Hak guru merupakan apa-apa saja yang didapatkan oleh seseorang yang memiliki profesi guru, dan kewajiban guru adalah apa-apa saja yang harus dilaksanakan seorang guru dalam menjalankan profesinya. Hak dan kewajiban guru ini dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen sehingga setiap guru mandapatkan perlindungan terhadap hak yang dimiliki dan kewajiban yang harus dilaksanakan.
Baca juga : Pengertian Guru Profesional menurut UU no 14 tahun 2005
Hak-Hak Guru
Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen pasal 14 ayat 1 menyatakan, bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru memiliki hak sebagai berikut:
1.      Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
2.      Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
3.      Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
4.      Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
5.     Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
6.     Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik
7.      sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
8.      Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
9.      Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
10.  Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
11.  Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi, dan/atau
12.  Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

Guru merupakan salah satu profesi dari tenaga kependidikan. Guru bertugas untuk mengajar dimana mengajar merupakan pelaksanaan proses pembelajaran dan menjadi proses yang paling penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengabdian guru dalam dunia pendidikan yang sangat besar tersebut sangat memberikan kontribusi yang tinggi dalam rangka mencapai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang tertera pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Kewajiban Guru
Menurut UU Guru dan Dosen pasal 20, bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:
1.     Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
2.      Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
3.      Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar
4.      belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
5.     Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika, dan
6.      Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
Yuk Simak Apa saja Tugas dan Fungsi Guru menurut Undang-Undang

Tugas utama guru dalam pembelajaran


Dalam undang-undang guru dan dosen, ada tujuh tugas utama guru. Ketujuh tugas tersebut adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Apa saja maksud dari ketujuh tugas utama guru tersebut?

1. Mendidik
Mendidik adalah mengajak, memotivasi, mendukung, membantu dan menginspirasi  orang lain untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau lingkungan. Mendidik lebih menitikberatkan pada kebiasaan dan keteladanan.

2. Mengajar
Mengajar adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh guru untuk membantu atau memudahkan siswa  melakukan kegiatan belajar. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Membimbing
Suatu proses yang dilakukan oleh guru untuk menyampaikan bahan ajar untuk mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan pendekatan tertentu yang sesuai dengan karakter siswa. Membimbing juga dimaksudkan untuk membantu siswa agar menemukan potensi dan kapasitasnya, menemukan bakat dan minat yang dimilikinya sehingga sesuai dengan masa perkembangan dan pertumbuhannya.

4. Mengarahkan
Mengarahkan adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik agar dapat mengikuti apa yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Mengarahkan bukan berarti memaksa, kebebasan peserta didik tetap dihormati dengan tujuan agar tumbuh kreativitas dan inisiatif peserta didik secara mandiri.

5. Melatih
Menurut Sarief (2008), melatih pada hakekatnya adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain (atlet) mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia pendidikan tugas guru adalah melatih siswa terhadap fisik, mental, emosi dan keterampilan atau bakat.

6. Menilai
Menurut (BSNP 2007: 9), penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Tugas guru adalah menilai siswa pada aspek keterampilan, sikap dan pengetahuan. Tujuannya untuk mengukur sejauhmana kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar selesai dilaksanakan.

7. Mengevaluasi
Mengevaluasi dapat dimaknai sebagai suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai (Gronlund, 1985, dalam Djaali dan Pudji M). Evaluasi ditujukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.

7 Alasan Mengapa Siswa Indonesia Wajib Nonton Film Jembatan Pensil

Haris Sima - Kisah siswa Sekolah Dasar yang miskin dan terpelosok yang memiliki semangat untuk belajar kelihatan di film anak Indonesia Jembatan Pensil ini. Di Tanjungbalai skhir-akhir ini dunia film Indonesia tampaknya dikuasai film bergenre komedi, romantis, dan…horror. Sebagai Guru PNS MIN Tanjungbalai saya sampai bosan rasanya mengamati poster film-film yang tayang tiap harinya di bioskop. Padahal saya, selaku guru homeschooling, butuh sekali film anak yang mampu membantu membangun karakter positif anak, menyemangati anak untuk belajar dimana saja, dan sekaligus mengajarkan mereka banyak hal tentang kehidupan berkebangsaan. Hitungan saya, sepanjang tahun 2017 ini baru ada dua film anak yang saya anggap layak tonton bagi anak-anak usia SD, seperti kedua anak saya yang menjalani homeschooling.
7 Alasan Mengapa Siswa Indonesia Wajib Nonton Film Jembatan Pensil

Ada 7 alasan mengapa anak Indonesia wajib nonton film Jembatan Pensil !

  1. Settingnya Indonesia banget, jadi mengajak anak-anak mengenal dan lebih mencintai tanah airnya sendiri.
  2. Mengangkat daerah yang punya potensi wisata alam besar, yaitu Kabupaten Muna. Jadi anak-anak bisa lho merancang daerah ini sebagai tujuan wisata liburan.
  3. Film ini mengajarkan tentang kekurangan yang dimilki tidak harus jadi penghambat cita-cita, dan focus pada kelebihan.
  4. Banyak diajarkan di sini nilai-nilai persahabatan dan ketulusan.
  5. Anak-anak diajak kenal beberapa jenis profesi : petenun, nelayan, peternak sapi, guru.
  6. Sikap Ondeng cs yang tidak minder meski banyak keterbatasan, bisa jadi contoh yang baik bagi anak-anak.
  7. Hubungan ayah-anak yang lekat, seperti hubungan Pak Mone dan Ondeng, serta pak Guru dan Aida, bisa jadi contoh baik untuk ayah-ayah dan anak-anaknya.
Beruntung saya baru-baru ini ditawari seorang sahabat untuk ikut hadir di Gala Premier sebuah film anak (semua usia sih kayaknya) yang berjudul “Sinopsis Jembatan Pensil”. Sebelumnya sudah lihat iklan eh trailer film ini saat menonton sebuah film Indonesia di Plaza Depok XXI. Waktu itu saya membatin, kayaknya nih film wajib deh ditonton. Eh, Alhamdulillah malah dikasih kesempatan ikutan Gala Premier-nya di Gandaria City XXI, minggu 3 September 2017.
baca juga : RPP K13 SD
Ternyata, film yang dibintangi beberapa debutan cilik dan remaja yang sangat berbakat ini, memang enggak salah jadi wishlist tontonan. Berlokasi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (yang belum pernah diangkat di film manapun lho), settingnya sudah bikin jatuh cinta. Pemandangan alam yang indah, perpaduan antara laut (pantai), perbukitan, dan kota kecil serta pedesaan, membuat film ini indah dipandang. Kekayaan budaya asli lewat pekerjaan penduduknya, seperti bertenun, nelayan, dan peternak sapi, digambarkan dengan cukup jelas.

Terus ceritanya bagaimana ?

Perjuangan anak-anak usia SD di Kabupaten Muna, yang diwakili oleh Ondeng, Inal, Yanti, Nia, dan Aska, untuk terus mendapatkan pendidikan, meski lewat sebuah sekolah Gratis yang sederhana, yang dibangun oleh Pak Guru, harus selalu diawali dengan ujian yang cukup berat, yaitu melewati sebuah jembatan yang sudah rapuh dan nyaris rubuh, sehingga cukup membahayakan nyawa mereka. Terlebih, diantara mereka sendiri, ada Ondeng yang memiliki ‘keterbelakangan’ dan Inal yang tuna netra, serta kondisi keluarga mereka yang di bawah garis kemiskinan. Namun demikian, mereka tetap menjalaninya dengan gembira dan memaknai persahabatan dengan ketulusan. Mereka semakin senang, karena anak perempuan pak guru yang baru lulus sarjana, Aida, datang dari Jakarta untuk membantu mengajari mereka.

Persahabatan mereka terus berjalan, meski Ondeng sering diganggu Attar yang jahil. Ondeng tetap tidak mendendam, malah ia selalu bersikap baik pada teman-temannya. Di balik kekurangannya, Ondeng memiliki kemampuan menggambar sketsa. Semua yang menarik perhatiannya dituangkannya dalam sketsa, termasuk kehidupan ayahnya sebagai nelayan, dan cita-citanya untuk membangun sebuah jembatan untuk teman-temannya.

Ondeng sangat terpukul ketika ayahnya wafat saat mendapat musibah di laut. Untunglah ada Gading, nelayan muda pembelajar yang juga yatim piatu, yang selalu ikut ayah Ondeng melaut. Gading kemudian berjanji menjaga dan menyayangi Ondeng seperti saudaranya sendiri.

Jembatan itu akhirnya rubuh saat keempat sahabat itu sedang menyeberang, Namun semangat mereka dan Ondeng tidak surut, dengan bantuan Gading mereka terus berjuang dalam berangkat dan pulang sekolah. Sementara itu, Ondeng terus merancang jembatan yang dicita-citakannya dalam bentuk sketsa dan menabung uang pemberian ayahnya untuk membangun jembatan itu.

Aida dan Gading mengajari anak-anak untuk tidak hanya belajar di dalam kelas, namun juga belajar dari alam. Anak-anak yang sudah sedari dulu dekat dengan alam tentu saja sangat senang dengan pengalaman barunya. Oh yaaa, satu saja kekurangan film ini, sosok Gading digambarkan cukup terpelajar, namun nyaris tidak ada satu scene-pun yang menceritakan bagaimana sekilas kehidupannya sebelum ketemu dengan ayahnya Ondeng. Oopss. maafken saya sok tau.

Ondeng sangat kehilangan ayahnya, dan seringkali ketakutan serta merasa sendirian. Dalam ketakutan dan kekalutannya, Ondeng melarikan diri ke laut dengan perahu. Bagaimana nasib Ondeng? Berhasilkah dia menggapai mimpinya membangun jembatan untuk teman-temannya?

Tuh kaan, filmnya dramatis bangeeet. Tapi enggak mellow yellow gitu kok. Film ini membalut kesedihan demi kesedihan di dalamnya dengan perpaduan tawa ceria anak-anak yang polos dan pemandangan indah yang tersaji. Jadi, habis nonton film ini rasanya optimis dan happy, meski tetap sedih.

Itu yaaa, para pemainnya keren banget deh. Jempol banget buat Didi Mulya yang sukses bermain sebagai Ondeng, Angger Bayu sebagai Inal, Deden Bagaskara sebagai Pak Mone (ayahnya Ondeng), Kevin Julio (Gading), Andi Bersama (Pak Guru), Alisia Rininta (Aida), dan tentu saja Mbak Mer alias Meriam Bellina (Ibu Farida, ibunya Aida).belum lagi permainan Azka Marzuqi (aska), Permata Jingga (Yanti), Nayla D Purnama (Nia), Vickram Priyono (Attar).

Film yang disutradarai oleh Hasto Broto dan naskahnya ditulis oleh Exan Zen ini memang enggak boleh dilewatkan deh.